Gitulo Indonesia

Friday, April 30, 2010

Temanggung

Sekilas

Temanggung adalah sebuah kota yang menyimpan berbagai keindahan alam dan kekayaan budaya. Dibagaian barat dan selatan terlihat 2 Gunung menjulang tinggi (Sindoro dan Sumbing), Diwaktu pagi hari kadang kabut putih membentuk pola seperti cincin mengelilingi tubuh gunung sindoro. Ditambah beberapa gumpalan kabut menghiasi sela sela Gunung Sindoro dan Sumbing. Suatu pemandangan yang maha dahsyat.

Temanggung merupakan sebuah Kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia. Ibukota berada di kota Temanggung. Letak Temanggung berada di tengah - tengah Propinsi jawa Tengah dengan permukaan wilayah dataran tinggi. Secara umum mirip seperti cekungan raksasa yang terbuka dibagaian tenggara.

Temanggung tergolong daerah yang makmur, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Kondisi tanah subur, menjadikan lahan yang menjanjikan melalui tanaman tembakau.

Pantas saja kalau Temanggung mempunyai motto Temanggung Bersenyum, masyarakat yang ramah tamah dan gemar menyapa. Jika anda melewati perkampungan dan berpapasan dengan penduduk sekitar sudah dipastikan anda akan mendapatkan senyuman dan anggukkan kepala. Suatu kehangatan tersendiri yang jarang didapatkan di kota besar.

Wisata

Candi Pringapus - 22 Km kearah barat laut dari Pusat Kota Temanggung, Tepatnya di Kecamatan Ngadirejo. Anda dapat menyaksikan Candi Pringapus dengan artistik Hindu yang erat kaitanya dengan Dewa Ciwa. Candi Pringapus adalah sebuah candi yang dibangun pada tahun 850 M yang merupakan Replika Mahameru sebagai perlambang tempat tinggal para dewata.

Jumprit - Suguhan hawa alam peggunungan bisa anda dapatkan di Jumprit, Sebuah tempat yang berada di lereng gunung sindoro. Anda juga bisa menikmati segarnya mata air yang ada di njumprit, mata air ini biasanya digunakan untuk Air Berkah upacara Tri Suci Waisak. Jumprit terletak di Kecamatan Ngadirjo, 26 Km dari pusat Kota Temanggung.

Wisata lain di temanggung yang tak kalah menarik adalah Monumen Bambang Sugeng, terletak di terminal bus Kota Temanggung. Dalam Monumen Bambang Sugeng ada sebuah prasasti yang ditulis dengan huruf kanji ; Berbunyi "Wampo Daiwa Daigetzu" artinya "Seloeroeh Doenia Sekeloearga".

Seni & Budaya

Tradisi Nyadran - Nyadran adalah sebuah tradisi yang masih melekat di kalangan masyarakat Temanggung, Tradisi ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan. Dalam tradisi ini tiap - tiap keluarga membawa kenduri yang berisi aneka makanan seperti ; Ayam ingkung, nasi tumpeng, apem, ketan dan jajanan pasar.

Awalnya Kyai membacakan doa untuk para leluhur desa, dan diakhiri dengan pembagaian makanan kepada masyarakat yang hadir dalam prosesi itu dan ziarah kubur pada makam leluhur.

Lampet Dhawuan - Lampet Dhawuan adalah sebuah tradisi yang mengharuskan bagi siapapun yang terpilih menjadi kepala desa harus berkumur air sungai kemudian berjalan di pematang sawah dengan menyemburkan kumuran itu di area sawah yang dilewati. Anda dapat menyaksikan tradisi ini di Desa Lempuyang Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

Makanan Khas

Bakso Lombok Uleg - Makanan Khas temanggung ini siap menggoyangkan lidah anda, Rasa kuahnya benar benar segar dan pedas alami di tambah dengan irisan tahu, kupat dan seledri menambah kelezatan dalam setiap sajianya.

Unik Aneh

11 Februari 2001, Sebuah meteor jatuh di ladang Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. masyarakat setempat dikagetkan dengan gemuruh dan ledakan dahsyat. Sebuah peristiwa alam yang sangat langka dan menarik untuk diteliti.

Tahukah anda ? Di kawasan hutan Rasamala Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung terdapat Pohon Walitis. Tinggi pohon ini mencapai 30 meter dengan lingkar batang 7,5 m. untuk memeluk batang pohon ini diperlukan 6 orang dewasa yang saling tautan sambil merentangkan kedua tangannya. Pohon Walitis adalah pohon yang terbesar di lereng gunung sindoro & Sumbing, konon katanya pohon ini berasal dari tongkat Ki Ageng Mangkukuhan (Salah seorang pengikut wali) yang ditancapkan di tanah.

Catatan Perjalanan

Bagiku temanggung tak asing lagi, hampir tiap minggu aku melewati temanggung dalam perjalanan Salatiga - Wonosobo, Bahkan disetiap kecamatan di Temanggung ada beberapa teman kuliah.

Awal aku berpetualang di Temanggung, Waktu SMA dulu (2001). Sampai saat ini masih membekas pada sebuah kenangan. Awalnya kami bersama Tim ENW Pala 01 (E-xpedition Natural Wonosobo) salah satu organisasi pecinta alam yang kami bentuk sediri, dengan anggota teman - teman satu SMA. Perjalanan kami mulai dengan berjalan kaki dari Rejosari Kecamatan Kejajar Kab.Wonosobo, menuju Njumprit.

Memang sengaja kami memilih perjalanan di malam hari, karena waktu itu Musim kemarau dan tak mau melewatkan taburan bintang yang terlihat jelas di langit, belum lagi pernak pernik cahaya lampu yang menghiasi hamparan temanggung. Sungguh fantastis pemandangan seperti ini.

Setelah memuaskan mata dan hati kami, dengan sajian alam spesial. Segera kami dirikan tenda, Sebagai awal perkemahan. Potongan - Potongan kayu disekitar, kami sulap menjadi sebuah api unggun yang hangat. Benar - benar luar biasa di sela - sela kebersamaan, kami berbagi cerita, disuguhi hidangan sederhana "Secangkir kopi panas, Jangung bakar dan sebatang 234". Duhai malam ini benar - benar terasa indah, lebih indah dari pada jadian, bahkan lebih indah dari pada pacaran.

Malam berlalu dan berubah menjadi pagi, kami tak sadarkan diri, karena tidur larut pagi. Aktifitas petani disana sini, terlihat bersemangat dengan cangkul di pundak kiri, Bekerja dan bekerja demi kebutuhan sehari - hari.

Terlihat pukul 10.00 WIB, Matahari sudah menampakkan diri, dengan senyum cahayanya. Menyinari setiap sudut juga disela - sela ranting pohon pinus. Pagi yang indah udara segar terus mengalir, inilah bumi Temanggung yang tetap tersenyum.

Temanggung is The Best.

Related Posts



1 komentar: on "Temanggung"

Anonymous said...

Temanggung adalah kota dimana aku dilahirkan, keindahan dan kedamaian membuatku betah tinggal di temanggung. semoga temanggung tetap tersenyum untuk selamanya

Post a Comment